Hama Sulit Dibasmi, Petani Babat Puluhan Hektar Tanaman Kakao

Hama Sulit Dibasmi, Petani Babat Puluhan Hektar Tanaman Kakao

Hama Sulit Dibasmi, Petani Babat Puluhan Hektar Tanaman Kakao - Hallo sahabat Pertanian dan Peternakan, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Hama Sulit Dibasmi, Petani Babat Puluhan Hektar Tanaman Kakao, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.



Judul : Hama Sulit Dibasmi, Petani Babat Puluhan Hektar Tanaman Kakao
link : Hama Sulit Dibasmi, Petani Babat Puluhan Hektar Tanaman Kakao

Baca juga


Hama Sulit Dibasmi, Petani Babat Puluhan Hektar Tanaman Kakao

Singaraja (Bali Post) - Hama penggerek buah kakao (PBK) belakangan ini semakin ganas menyerang tanaman. Petani dibuat kelimpungan bahkan tidak mampu membasmi hama PBK ini. Akibatnya, petani akhirnya menyerah dan memilih membabat tanaman kakao dan mengganti dengan tanaman lain seperti kopi, cengkeh, dan tanaman perkebunan lainnya.

Klian Subak Satya Wacana Giri, Desa Wanagiri Kecamatan Sukasada, Ketut Arta, yang ditemui di Singaraja, Selasa (9/4) kemarin, mengatakan, hama PBK ini mulai menyerang tanaman sejak beberapa tahun silam. Tanaman yang mulai berbuah dengan mudah diserang oleh hama PBK. Bakal buah yang masih muda diserang hingga kulitnya kering dan akhirnya mati secara pelan-pelan.

Tidak itu saja, buah yang sudah siap panen banyak diserang hingga biji kakao menjadi busuk. "Kalau buah yang masih kecil itu kulitnya keriput dan terus mengering hingga mati. Sedangkan buah yang siap panen itu kalau sudah diserang PBK, biji menjadi busuk," katanya.

Menurut Arta, sebenarnya komoditas kakao merupakan hasil kebun yang bernilai ekonomi tinggi dan harganya cukup mahal di pasaran. Atas kondisi ini, dirinya mencoba untuk bertahan dan tetap menanam kakao. Pada awal-awal ada serangan hama, Arta mencoba untuk melawan dengan melakukan penyemprotan atau membungkus buah kakao agar tidak terserang hama PBK. Tetapi upaya itu tidak efektif dan sebaliknya serangan hama malah bertambah ganas dan sulit dibasmi.

Akibat serangan hama PBK tersebut, dirinya dan petani lain menelan kerugian yang lumayan besar. Tidak ingin menelan kerugian yang lebih besar, Arta dan petani lainnya mengambil langkah lain. Pohon kakao yang tumbuh subur di lahanya dibabat habis. Sebagai gantinya, dia menanam bibit kopi atau cegkeh yang lebih tahan dari serangan hama dan penyakit. "Teman-teman kami sudah menyerah dan tanaman kakao dibabat dan diganti dengan kopi. Di subak kami luas lahan 187 hektar. Dari luas itu, 40 hektar ditanami kakao dan sekarang semuanya sudah dibabat habis karena tidak mampu melawan hama PBK," jelas Arta sembari diiyakan oleh petani lainnya.

Di tempat terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Budi Daya Perkebunan, Agung Adnyana, seizin Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Kadishutbun) Buleleng, Ketut Nerda, membenarkan hama PBK masih marak menyerang tanaman. Dikatakan, sejak muncul serangan, pemerintah sudah melakukan upaya dengan memberikan pembinaan teknis kepada kelompok petani untuk membasmi serangan hama PBK.

Upaya itu seperti bantuan pupuk dan pemberian pelatihan teknis. Hanya, upaya ini masih belum optimal dan petani malah memilih menyerah untuk membabat tanaman kakao dan mengganti dengan tanaman jenis lain. "Dari pengamatan di lapangan, hama PBK ini masih merajarela dan kami sudah ajarkan petani bagaimana cara membasmi hama ini. Tapi petani tidak tahan dan memilih membabat tanamannya," katanya.

Menurut Agung, cara yang paling efektif membasmi hama PBK adalah menjaga kelembaban kebun dan pemangkasan dahan pohon secara rutin. Upaya ini agar bibit-bibit penyakit tidak mudah bersarang pada lingkungan kebun yang lembab. Selain itu, petani dianjurkan untuk melakukan pemetikan rutin sekali setiap minggu. Pemetikan rutin ini untuk mencegah buah kakao yang sudah terserang tidak sampai parah dan hamanya bisa dibasmi di luar areal kebun agar tidak mudah berkembang biak.

"Hama ini ada yang berupa serangga dan jamur. Serangga itu memakan buah yang masih muda dan kalau jamur menyerang tangkai buah. Upaya binaan teknis itu sudah terus kami lakukan karena komoditas ini sangat menguntungkan dan kami terus berupaya untuk membasmi hama PBK," jelasnya.

Hama penggerek buah kako (BPK) sering disebut hama mot (Cacao moth) merupakan hama yang berbahaya dan merugikan pada budidaya kakao. Saat ini hama BPK menyerang sebagian besar tanaman kakao di Lampung, yang mengakibatkan petani kakao gagal panen. Untuk itu perlu dilakukan langkah-langkah untuk menanggulanginya antara lain: karantina, sanitasi kebun, pemangkasan dan lain-lain.
 
CIRI HAMA
Serangga hama PBK termasuk golongan ngengat (moth), yang memiliki ukuran paling kecil diantara anggota ordo Lepidoptera. Serangga betina biasa melepaskan telur pada permukaan buah kakao, dan buah yang paling disukai adalah buah yang memiliki alur paling banyak permukaannya serta ukuran panjang 8 cm. Telur berbentuk oval dengan panjang 0,45-50 mm dan lebar 0,25-0,30 mm, pipih dan berwarna orange pada saat baru diletakkan. Lama stadium telur 2-7 hari. Akibat serangan hama PBK dapat menurunkan produksi 80-90%.
 
GEJALA SERANGAN
Buah kakao yang terserang umumnya menunjukkan gejala masak lebih awal, yaitu belang kuning hijau atau kuning dan jika digoyang tidak berbunyi seperti halnya buah masak normal. Jika dibelah tampak biji-biji kakao saling melekat dan berwarna kehitaman, biji tidak berkembang, serta ukuran biji kecil tidak bernas.
 
PENGENDALIAN

1. Karantina dan sanitasi kebun
Tindakan karanntina bertujuan untuk mencegah masuknya hama PBK dari daerah terserang ke daerah yang bebas PBK baik secara internasional antar Negara maupun domestik antar pulau atau antar provinsi. Monitoring hama di tempat pengumpulan hasil (TPH) bertujuan untuk mendeteksi secara dini adanya serangan baru. Sanitasi kebun dilakukan dengan cara menguburkan kulit, plasenta dan buah busuk.
 
2. Pemangkasan Bentuk
Pemangkasan bentuk bertujuan untuk membatasi tinggi tajuk tanaman maksimal 5 m yang berguna untuk mempermudah pengendalian dan panen.
 
3. Cara Panen
Buah kakao memerlukan waktu sekitar 20,5 minggu mulai dari pembuahan sampai masak sempurna. Sementara hama PBK meletakkan telur kurang lebih 6-8 minggu sebelum buah masak sempurna. Kondisi ini menunjukkan bila panen dilakukan pada masak awal mengakibatkan sebagian besar larva ikut terpanen sehingga dapat menurunkan populasi hama. Untuk menurunkan populasi hama panen sebaiknya dilakukan pada masak awal yang dikombinasikan dengan frekuensi panen sesering mungkin (7 hari sekali), langkah lain yang dapat dilakukan untuk membunuh stadia hama yang terbawa saat panen secepat mungkin lakukan tindakan berikut: (a) buah dipecah dan kulit buah dibenam, dibakar atau disemprot dengan insektisida kontak, (b) kulit buah diletakkan dalam karung plastic kemudian diikat rapat dan diamkan minimal 9 hari.

4. Rampasan Buah
Rampasan berfungsi untuk memutus daur hidup hama dengan cara meniadakan makanan yang sesuai bagi serangga hama, yaitu dengan merampas semua buah yang berada dipohon selama jangka waktu tertentu selama 2 bulan. Untuk mendapatkan hasil yang sempurna, rampasan harus dilakukan secara serentak dan tidak ada buah yang tersisa. Sebaiknya rampasan buah dilakukan saat panen rendah.
 
5. Penyelubungan Buah (Kondomisasi)
Penyelubungan buah ata kondomisasi bertujuan untuk menghambat ngengat betina meletakkan telur. Cara pengendalian dengan menggunakan kantong plastik untuk menyelubingi buah yang panjangnya 7-10 cm. Sistem penyelubungan buah muda ini sangat efektif (95-100%) untuk pengendalian hama penggerek buah kakao, hama Helopeltis sp, serangan penyakit Phytoptora palmivora, dan serangan hama tikus.
 
6. Menggunakan Semut Hitam
Semut merupakan salah satu predator hama, dan untuk meningkatkan populasi semut hitam perlu membuat sarang yang terbuat dari lipatan daun kelapa atau kakao. Semut-semut tersebut menyerang larva pada buah. Aktivitas semut terjadi baik siang, maupun malam kecuali pada musim hujan.
 
7. Cara Kimiawi
Penyemprotan merupakan tindakan terakhir. Adapun insektisida yang digunakan terutama dari golongan sintetik piretroid antara lain: Deltametrin (Decis 2,5 EC), Sihalotrin (Matador 25 EC), Betasiflutrin (Buldok 25 EC), Esvenvalerat (Sumialpha 25 EC), dengan konsentrasi formulasi berturut-turut 0,6% , 0,06%, 0,20%, dan 0,20%. Alat semprot gunakan knapsack sprayer, volume semprot 250 l/ha, dan frekunsi 10 hari sekali, sasaran utama buah dan cabang horizontal.
 



Demikianlah Artikel Hama Sulit Dibasmi, Petani Babat Puluhan Hektar Tanaman Kakao

Sekianlah artikel Hama Sulit Dibasmi, Petani Babat Puluhan Hektar Tanaman Kakao kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Hama Sulit Dibasmi, Petani Babat Puluhan Hektar Tanaman Kakao dengan alamat link http://www.adisaja.com/2013/04/hama-sulit-dibasmi-petani-babat-puluhan.html
SHARE

Related Posts

There is no other posts in this category.
Subscribe to get free updates

Post a Comment