Pupuk Organik untuk Sawah

Pupuk Organik untuk Sawah

Pupuk Organik untuk Sawah - Hallo sahabat Pertanian dan Peternakan, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Pupuk Organik untuk Sawah, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.



Judul : Pupuk Organik untuk Sawah
link : Pupuk Organik untuk Sawah

Baca juga


Pupuk Organik untuk Sawah

Akhir-akhir ini kita sering mendengar pembuatan biogas di beberapa daerah di Indonesia sebagai energi alternatif. Pada artikel kali ini, agritusi.com coba mengangkat salah satu bagian dari pembuatan biogas tersebut. Digester yang ada pada teknologi biogas juga menghasilkan output/buangan berupa lumpur sisa buangan.

Lumpur sisa merupakan hasil sampingan dari proses pembuatan biogas dengan bahan baku dari kotoran ternak, seperti: sapi dan kerbau dengan larutan pengencer berupa air. Bahan baku ini dimasukkan ke dalam Digeseter atau reactor biogas. Dalam digester terdapat saluran pembuang untuk melakukan sirkulasi bahan baku biogas.

Hasil buangan dari digester ini atau disebut lumpur sisa merupakan salah satu input (masukan) baru dalam budidaya pertanian, seperti Padi sawah. Lumpur sisa ini dapat dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk organic. Bahan ini sangat baik untuk meningkatkan kandungan unsure hara dalam tanah pertanian. Pupuk organic yang diberikan berupa kompos yang terbuat dari campuran dedak, gabah (produk sampingan pasca panen dari padi), kotoran ternak (menggunakan lumpur sisa digester biogas), dan MOL (mikro organism local). Berikut ini adalah cara pembuatan kompos tersebut :

Gambar 1. Bagan Lapisan Pembuatan Kompos
  1. Kompos dibuat dengan berlapis-lapis, dengan ketinggian masing-masing lapisan sekitar 20 cm. Tiap lapisan terdiri dari satu macam bahan, yaitu serbuk gergaji, jerami yang sudah dipotong-potong sepanjang ± 10 cm, kapur, kotoran hewan dan hijauan. Diantara lapisan tersebut disemprotkan MOL (keong atau rebung) yang telah dicampur air dengan takaran 1:5.
  2. Permukaan kompos ditutupi oleh plastik dan dipasang cerobong dari bambu yang di tengah-tengah lapisan bahan-bahan tersebut untuk mengalirkan oksigen dari udara ke dalam lapisan bahan-bahan kompos tersebut dan mengeluarkan panas. Dengan demikian maka suhu dapat dijaga antara 450-650C dan kelembaban sekitar 50 %.
  3. Untuk menjaga agar campuran tetap lembab, dilakukan penyiraman dan pembalikan setiap satu minggu sekali.
  4. Setelah 4 minggu pupuk kompos telah matang. Ciri kematangan adalah suhu mendekati suhu ruangan, tidak berbau busuk, bentuk fisik menyerupai tanah dan berwarna coklat kehitaman.
  5. Kompos diaplikasikan seminggu sebelum tanam untuk mengurangi pengaruh buruk dari pupuk kompos terutama dalam meretensi hara pupuk anorganik (N, P, K). Jumlah takaran kompos yang diberikan sebanyak 2,5 ton/ha.

MOL (mikro organism local) yang digunakan pada proses pembuatan kompos, dapat juga dimanfaatkan untuk pengendalian hama dan penyakit pada pertanaman padi sawah dengan metode SRI. Bahan yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan MOL ini adalah dengan 50 helai daun sirsak, 1 helai daun tembakau, 20 gram deterjen atau 1 buah labu siam dan 2 siung bawang putih yang ditumbuk kemudian dicampur dengan 20 liter air. Campuran tersebut kemudian didiamkan selama sehari semalam kemudian dapat langsung diaplikasikan dengan cara disemprotkan ke tanaman pada saat ditemukan adanya hama.
Selain itu dapat pula digunakan MOL-MOL pertumbuhan lainnya seperti:

a) MOL Bonggol Pisang:
  • Bahan : bonggol pisang 10 kg; air beras 20 ltr; gula 1 kg.
  • Bonggol pisang ditumbuk sampai halus. Dicampur dengan air beras dan gula. Disimpan 15 hari dan 3 hari sekali diaduk.
  • 3 liter MOL ditambah 11 liter air untuk 25 bata disemprotkan ke tanaman (daun). Aplikasi di usia 10 HST, seterusnya setiap 10 hari sekali sampai 60 HST
b) MOL Keong
  • Bahan : 10 kg keong emas; 20 liter air beras; 3,5 kg gula.
  • Tumbuk seluruh keong dan dicampur dengan semua bahan. Diaduk 3 hari sekali. Siap digunakan setelah 15 hari.
  • 2 liter MOL ditambah 12 liter air untuk 25 bata disemprotkan ke tanaman. Usia 20 HST s.d 60 HST setiap 10 hari sekali. (dimana 1 bata = 14 m2)
Demikianlah penjelasan singkat mengenai teknik pembuatan kompos dari bahan baku hasil sampingan dari digester biogas dan pembuatan MOL untuk budidaya padi sawah SRI. Mudah-mudahan bermanfaat dan selamat Mencoba dan SUKSES


Demikianlah Artikel Pupuk Organik untuk Sawah

Sekianlah artikel Pupuk Organik untuk Sawah kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Pupuk Organik untuk Sawah dengan alamat link http://www.adisaja.com/2013/04/pupuk-organik-untuk-sawah.html
SHARE

Related Posts

There is no other posts in this category.
Subscribe to get free updates

Post a Comment