Budidaya Klengkeng Itoh Super

Budidaya Klengkeng Itoh Super

Budidaya Klengkeng Itoh Super - Hallo sahabat Pertanian dan Peternakan, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Budidaya Klengkeng Itoh Super, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.



Judul : Budidaya Klengkeng Itoh Super
link : Budidaya Klengkeng Itoh Super

Baca juga


Budidaya Klengkeng Itoh Super

Bupati Magelang, Zaenal Arifin, memetik buah klengkeng Itoh Super di Borobudur, Kabupaten Magelang, Senin (24/2/2015).
MAGELANG, KOMPAS.com - Para petani di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mulai mengembangkan pohon buah klengkeng varietas baru yang dikenal dengan nama klengkeng Itoh Super Borobudur. Pohon klengkeng ini merupakan hasil pengembangan dari Isto Suwarno, seorang petani asal Prambanan, DIY.

Setidaknya 250 pohon klengkeng ditanam di lahan seluas 1,5 hektar milik bengkok kepala Desa Borobudur. Seluruh pengelolaannya ditangani oleh Badan Umum Milik Desa (BUMDes) Graha Mandala Desa Borobudur.

Jamari, Direktur Utama BUMDes Graha Mandala Borobudur, menjelaskan, pengembangan klengkeng jenis Itoh di wilayah ini bukan tanpa alasan. Sebab, klengkeng Itoh memiliki sejumlah keunggulan dibanding jenis lainnya. Antara lain, rasa daging buah lebih tebal dan manis serta memiliki biji yang kecil.

"Panennya juga lebih cepat berkisar antara 2,5 - 3 tahun saja. Bahkan, (masa panen) bisa disesuaikan dengan keinginan, bisa lebih cepat menggunakan pupuk organik tertentu. Keuntungan rata-rata mencapai Rp 64 juta per 100 pohon," ujar Jamari, seusai penanaman Budidaya Tanaman Klengkeng Itoh Super Borobudur di Borobudur, Selasa (24/2/2015).

Jamari melanjutkan, tujuan budidaya ini juga untuk meningkatkan produktivitas lahan di kawasan Borobudur, khususnya lahan pertanian nonpangan agar menghasilkan produk pertanian yang bernilai jual tinggi, sehingga diharapkan dapat memunculkan buah-buahan klengkeng khas Borobudur.

"Kami juga ingin menangkap peluang pengunjung Candi Borobudur meningkat 3,5 juta orang per tahun. Ke depan budidaya buah ini bisa dijadikan peluang bisnis seperti paket wisata menikmati dan petik buah sendiri di Borobudur," ungkap Jamari.

Sementara itu, Isto Suwarno, pengembang klengkeng Itoh, mengaku siap memberikan pendampingan serta pelatihan kepada para petani Borobudur. Isto juga optimistis budidaya salah satu buah eksotis Indonesia ini bisa meningkatkan pendapatan warga Borobudur dan sekitarnya.

"Kami sangat yakin, tanaman ini akan mampu meningkatkan pendapatan warga. Jika sudah produksi, satu pohon rata-rata bisa menghasilkan Rp 2 juta bahkan lebih. Padahal, selama 1,5 tahun, tanaman ini bisa berbuah dua kali dan bisa diatur kapan berbuahnya,” jelas Isto.

Budidaya klengkeng Itoh Super Borobudur pun mendapat sambutan positif dari Bupati Magelang Zaenal Arifin. Zaenal mengatakan akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan pemetaan potensi produk pertanianan dan perkebunan di wilayah Borobudur.

"Bukan tidak mungkin, Borobudur akan jadi lokasi percontohan tanaman klengkeng. Kalau di Srumbung ada salak nglumut dan beberapa kecamatan di sekitar Gunung Sumbing, Andong, Merbabu dan Merapi, menjadi sentra sayuran, kenapa borobudur tidak jadi sentra tanaman perkebunan?” tanya Zaenal.

Penulis: Kontributor Magelang, Ika Fitriana
Editor : Farid Assifa


Demikianlah Artikel Budidaya Klengkeng Itoh Super

Sekianlah artikel Budidaya Klengkeng Itoh Super kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Budidaya Klengkeng Itoh Super dengan alamat link http://www.adisaja.com/2015/02/budidaya-klengkeng-itoh-super.html
SHARE

Related Posts

There is no other posts in this category.
Subscribe to get free updates

Post a Comment